Mengenal Uang Panai dalam Adat Pernikahan Suku Bugis

Kejadiaan naas menimpa seorang warga yang akan menggelar pesta pernikahan di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) karena rumahnya terbakar oleh api, Sabtu 10 September 2022.

Tak hanya membakar rumah, si jago merah itu juga melahap habis uang panai sebesar Rp 40 juta yang akan digunakan sebagai uang panai milik calon mempelai pria.

Bagi masyarakat Suku Bugis, uang panai memegang makna penting dalam pelaksanaan sebuah pernikahan.

Melansir repository.iainpare.ac.id, uang panai merupakan salah satu rangkaian dalam adat perkawinan masyarakat Bugis.

Tidak sedikit orang mendefinisikan uang panai sebagai mahar perkawinan.

Padahal, pandangan tersebut adalah sebuah kekeliruan.

Uang panai adalah sebutan uang belanja yang digunakan untuk mempersiapkan keperluan acara pernikahan yang diberikan kepada mempelai wanita.

Sementara mahar merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh mempelai laki-laki sebagaimana diajarkan dalam agama islam.

Dengan demikian, seluruh kebutuhan acara pernikahan telah diakumulasikan dalam uang panai.

Besaran nominal uang panai yang diberikan kepada mempelai perempuan berbeda-beda, atau dinamis.

Jumlah uang panai tidak menutup kemungkinan bahkan bisa mencapai jumlah yang sangat tinggi.

Perbedaan nominal ini tidak bisa dipisahkan dari kebiasaan atau kebudayaan orang Bugis yang suka melaksanakan pesta yang mewah dan meriah.

Kemewahan pesta pernikahan menggambarkan niali dan statis sosial dari masyarakat bugis.

Mengutip lppi.umpalopo.ac.id, semakin tinggi strata sosial seorang perempuan yang akan dinikahi, maka nominal uang panai pun semakin besar.

Apalagi, perempuan yang akan dinikahi berpendidikan tinggi, memiliki karir pekerjaan bagus, atau berasal dari keturunan bangsawan.

Pengambilan keputusan nominal uang panai ditentukan oleh pihak perempuan, biasanya oleh saudara dari ayah atau saudara dari ibu Tidak mengherankan, uang panai dipandang sebagai sesuatu yang berharga karena melambangkan perempuan bugis yang ‘mahal’.

Selain itu, uang panai menggambarkan kesungguhan seorang laki-laki dalam meminang atau melangsungkan pernikahan dengan perempuan Bugis.

NAOMY A.

NUGRAHENI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *